Samosir Berubah

"perubahan bisa dilakukan oleh siapapun"

SIMULASI UJIAN MASUK PERGURUAN TINGGI 2013

Untitled-1

LATAR BELAKANG

Dalam menghadapi persaingan yang ketat dari seluruh Indonesia agar dapat diterima di perguruan tinggi negeri yang dicita-citakan pada ujian masuk perguruan tinggi, tentunya perlu persiapan matang. Tidak hanya persiapan berupa pemahaman dan penguasaan terhadap materi namun juga persiapan mental dan strategi serta pengetahuan akan informasi  prosedur penerimaan mahasiswa baru pada tahun 2013.

Berdasarkan hasil pertemuan antara Pengurus Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia dengan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ditetapkan bahwa mekanisme penerimaan mahasiswa baru pada tahun 2013 memiliki perbedaan dengan tahun sebelumnya (yaitu tahun 2012 yang menggunakan sistem ujian tulis), dimana seleksi secara nasional 2013 menjadi tanggung jawab pemerintah sedangkan seleksi bentuk lain menjadi tanggung jawab Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia dan/atau Rektor Perguruan Tinggi Negeri masing-masing.

Berdasarkan informasi yang dirilis http://www.snmptn.ac.id/ Sistem seleksi nasional adalah seleksi yang dilakukan oleh seluruh perguruan tinggi negeri yang diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia dalam bentuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). SNMPTN 2013 merupakan satu-satunya pola seleksi nasional yang dilaksanakan oleh Panitia Pelaksana SNMPTN 2013 yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan diikuti oleh seluruh Perguruan Tinggi Negeri dalam satu sistem yang terpadu. Biaya pelaksanaan SNMPTN 2013 ditanggung oleh Pemerintah, sehingga peserta tidak dipungut biaya pendaftaran. Adanya perubahan mekanisme ini  menjadi salah satu latar belakang untuk melakukan kegiatan sosialisasi terkait tata cara masuk perguruan tinggi 2013 melalui diskusi dan media buletin yang  akan dibagikan.

Sosialisasi SNMPTN 2013 dan Simulasi Ujian Masuk Perguruan Tinggi merupakan pelaksanaan salah satu program Samosir Berubah yaitu “Sosialisasi dan Simulasi Ujian Masuk Perguruan Tinggi” yang diselenggarakan dengan tujuan membantu persiapan siswa/i SMA dalam menghadapi ujian masuk perguruan tinggi yang sesungguhnya, baik persiapan materi maupun mental dan strategi serta  pemberian informasi tentang tata cara masuk perguruan tinggi 2013. Kegiatan yang sama telah pernah diselenggarakan pada tahun 2008, 2009, dan 2010 oleh Samosir Berubah.

Dengan demikian, siswa/i SMA yang mengikuti kegiatan ini dapat memahami jalur masuk perguruan tinggi yang akan dilaksanakan pada tahun 2013. Melalui kegiatan ini juga siswa/i dapat mengenal sekaligus membiasakan diri pada ujian masuk perguruan tinggi. Selain itu, Simulasi ini dapat bermanfaat untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam menghadapi ujian masuk perguruan tinggi sesungguhnya kelak sehingga dapat menjadi bahan pembelajaran dan motivasi untuk berusaha lebih baik lagi.

Tema kegiatan “Sosialisasi dan Simulasi Ujian Masuk Peguruan Tinggi” ini adalah “progresif-informatif”. Progresif memiliki arti selalu belajar dari proses untuk menjadi lebih baik. Untuk menjadi lebih baik, kita harus memahami kemampuan dalam hal ini kelebihan dan kekurangan kita, kemudian mengadakan evaluasi, dan mencari solusi untuk hasil evalusi tersebut. Melalui kegiatan diharapkan siswa/i SMA di Samosir mampu mengukur kemampuan serta melatih kemampuan dalam mengisi lembar jawaban dengan baik dan benar. Sedangkan informatif memiliki arti bahwa kegatan ini diharapkan dapat menjadi media informasi bagi siswa/i SMA di Samosir terkait informasi seputar tata cara ujian masuk perguruan tinggi.

TUJUAN KEGIATAN

1 .Menyosialisasikan dan memberikan informasi tentang tata cara masuk perguruan tinggi 2013 melalui diskusi dan media buletin yang akan dibagikan;
2 .Memberikan gambaran Ujian Masuk Perguruan Tinggi kepada siswa/i SMA Kabupaten Samosir ;
3 .Mempersiapkan siswa/i SMA Kabupaten Samosir untuk menghadapi UAN dan Ujian Masuk Perguruan TInggi 2013;

DESKRIPSI KEGIATAN

Nama kegiatan : “Sosialisasi dan Simulasi Ujian Masuk Perguruan Tinggi”
Hari/tanggal : Sabtu, 2 Februari 2013
Tempat : SMA yang telah ditunjuk
Peserta : Seluruh siswa/i SMA Se-Kabupaten Samosir yang sedang duduk di kelas XII SMA.

Bentuk kegiatan :

a. Sosialisasi tentang tata cara masuk perguruan tinggi 2013 dilakukan melalui diskusi dengan siswa/i di dalam kelas dan melalui pembagian media buletin kepada setiap siswa;
b. Simulasi Ujian Masuk Perguruan Tinggi berbentuk kegiatan simulasi (semacam try out) yang akan diselenggarakan secara serentak selama sehari pada waktu yang telah ditentukan, bertempat di beberapa SMA yang telah ditunjuk di Kabupaten Samosir. Dalam pelaksanaannya panitia bekerja sama dengan lembaga bimbingan belajar sebagai penyedia soal dan pemeriksa jawaban. Hasil simulasi kemudian akan diumumkan secara terbuka kepada peserta melalui media yang ditentukan oleh panitia kemudian.

Bagi donatur yang berminat untuk mensponsori kegiatan ini dapat memberitahukannya kepada panitia:

Nama : Varida Megawati Simarmata
Telp : 08561525870 / 085211872813

Demikianlah rancangan kegiatan “Sosialisasi dan Simulasi Ujian Masuk Perguruan Tinggi” dibuat, panitia mengundang seluruh pihak, baik individu maupun instansi untuk mendukung kegiatan ini dengan menjadi, donatur, sponsor, atau media partner.TIME LINE upload

Note : Juga terbuka ajakan kerja sama kepada seluruh pihak yang mau bekerjasama menjadi panitia Pelaksana.

January 9, 2013 Posted by | Indonesia, Kontrak Sosial, Samosir | , , , , | 5 Comments

SAMOSIR in OUR HEART

SUKSES SAMOSIR

Lokasi : Pantai Pasir Putih Parbaba

Karya : Novri Andra Leonardus Situmorang

December 18, 2012 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

“Semangat yang tak pernah Surut”

Photo kaos untuk Pendidikan Samosir 2010

November 19, 2012 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Foto SMK N 1 Samosir

Beberapa Foto dari Facebook  “SMK N 1 Samosir”

 

June 20, 2011 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Masihkah ada kontrak Sosial Masyarakat RI ?

 

Suatu masyarakat yang kuat karena memiliki ikatan sosial, walau kadang kurang masuk akal, akan tetapi di dalam berbagai lapisan masyarakat bahkan bernegara hal ini pasti dijumpai.

Dalam masyarakat yang lebih kecil seperti samosir, ikatan yang muncul adalah ikatan adat, sehingga panggilan jiwa untuk bermasyarakat ada karena ikatan adat. Hal ini pulalah yang mendorong masyarakat untuk saling membantu, karena ada unsur marga sebagai identitas adat. Seseorang datang ke suatu ‘paradaton’, acara adat, seperti upacara pernikahan, pemakaman serta merta membawa kewajibannya. Ada yang membawa Ulos, beras, uang , namun ada juga dari pihak parboru (pihak keluarga perempuan) yang datang ke acara bertindak sebagai parhobas atau pengerja di acara tersebut, memasak,mencuci, dll. Tak peduli pangkat dan jabatan, di dalam tatanan adat parboru adalah parhobas.

Hal ini menjadi pengikat, sebagai pemersatu kemanapun masyarakat batak melangkah. Ke bealhan dunia manapun ia berada, pastilah mencari saudaranya, kecuali mungkin ke bulan (ehm.. dekat sabulan). Identitas ini menjadi simpul-simul dalam bermasyarakat, contoh marga sinaga memiliki kumpulan marga sinaga, Sijabat dengan kumpulan sijabat (Biasanya dengan Boru dohot Ibebere).

Dalam perjalanannya masyarakat suku memiliki tradisi, memili hukum-hukum adat yang diterapkan di daerah dan lingkungan mereka, hal ini menjadi sebuah ‘aturan’ yang dipatuhi bersama, dan diakui secara turun temurun. ada yang tertulis, namun pada umumnya tidak terulis.

***

Masyarakat suku makin berkembang, beberapa suku bergabung membentuk suatu bangsa. Pada awal masa kerajaan suku yang satu mengintimidasi atau bahkan menjajah suku yang lain, sehingga aturan yang berlaku adalah aturan raja pemenang. Hal ini karena adanya ketidaksetaraan antasa masyarakat yang satu dengan yang lain. Begitu juga dengan negara pada awalnya, aturan yang berlaku adalah aturan negara penjajah.

Setelah masyarakat mengenal Hak Azasi Manusia dan menghapuskan penjajahan, kemudian timbulah suatu ‘negara’ yang merdeka. Dalam pembentukankannya negara pastilah memiliki pengikat, setiap suku berusaha memasukkan aturan sukunya. Atau seiring perkembangan peradaban, aturan suku ditingalkan dan mengusung aturan Agama. Di indonesia hal ini pernah terjadi, pada saat awal pembentukan dasar negara, dikenal dengan Piagam Jakarta.

“Kontrak Sosial”

Hal yang kemudian menyatukan seluruh suku bangsa, yang sangt banyak adalah sebuah kontrak yang diharapkan menjadi pemersatu, dengan memperhatikan semua anggota dan tidak ada diskriminasi. Kontrak sosial diakui oleh seluruh bangsa dan negara, seperti misalnya di Indonesia. Kontrak sosialnya adalah UUD 1945, sehingga siapaun presidennya harus memenuhi kontrak tersebut.

Pembukaan UUD 1945

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan
inikemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia

 

Di dalam kontrak sosial tersebut adanya cita-cita yang ingin di capai, ada tujuan pemerintah untuk melindungi segenap bangsa indonesia dll.

***

Sesungguhnya secara visi, negara indonesia memiliki arahan yang jelas. Namun sebagai warga negara yang sadar dan kritis kita harus dapat melihat adanya penyimpangan dari kontrak sosial tersebut, seprti misalnya konsentrasi sektor ekonomi dan pemerintahan yang terlalu besar di pulau jawa, APBN yang terlalu sedikit di luar pulau jawa, dan bahkan cenderung indonesia adalah jawanisasi. Namun begitu permasalah selalu timbul, seperti kemacetan, urbansinasi, pemukiman kumuh. Hal ini dimungkinkan adalah karena pertumbuhan yang asimetri.

 

Apakah Visi kebangsaan kita masih relevan ? bagimana dengan Misi Bangsa ini ? masihkah akan ada NKRI ?

 

March 28, 2011 Posted by | HAM, Indonesia, Kontrak Sosial, Samosir, UUD 1945, Visi Kebangsaan | Leave a comment

Ketemu Cinta di Danau Toba


Kisah Nyata  Annette Horschmann


“Namun ketika berada di Bali, saya seolah mendengar suara yang memanggil untuk berkunjung ke Danau Toba. Padahal saya baru mendengar nama itu setelah beberapa hari tinggal Bali, pada awal tur dunia saya,” kenangnya.

 

Tak pernah terpikir untuk singgah di Danau Toba ketika Annette Horschmann, gadis Jerman, merencanakan liburan panjang berkeliling dunia setelah tamat sarjana hukum di kotanya, Koln.

Kala itu, pertengahan tahun 1993, ia berencana melakukan perjalanan wisata ke India, Thailand, Malaysia dan Indonesia, kemudian ke Selandia Baru dan diakhiri di Amerika Serikat.

“Namun ketika berada di Bali, saya seolah mendengar suara yang memanggil untuk berkunjung ke Danau Toba. Padahal saya baru mendengar nama itu setelah beberapa hari tinggal Bali, pada awal tur dunia saya,” kenangnya.

Suara “panggilan” itu berdengung berkali-kali, sehingga Bu Anne, panggilannya saat ini, berupaya mengumpulkan berbagai informasi terkait Danau Toba. Setelah dirasa cukup menarik untuk dikunjungi, maka ia pun memulai perjalanan.

Karena seorang diri, maka ia memilih perjalanan darat dari bali menuju Danau Toba, Sumatera Utara. Sempat singgah di Yogyakarta, kemudian di Jakarta dan Bukit Tinggi.

“Di Bukit Tinggi ada seorang pemandu wisata yang mengatakan kepada saya bahwa saya akan menemukan jodoh di Indonesia. Saat itu saya katakan, tidak mungkin,” katanya pekan lalu, ketika ditemui di restoran miliknya, Tabo, di Tuktuk, Samosir, Sumatera Utara.

Sebab, katanya, dari sisi tinggi badan yang mencapai 170 cm, tidak akan cocok dengan pemuda Indonesia yang umumnya jauh lebih pendek dari dirinya. Dan ia pun tak hirau dengan kata-kata pemandu wisata tersebut.

Perjalanan dilanjutkan hingga ke Danau Toba. “Dan wah … alamnya begitu indah, danau biru yang sangat luas, begitu mempesona … terasa ada ketenangan jiwa ketika memandangi danau dan menghirup udara segar pantai,” katanya menggambarkan kesan pertama berada di Tuktuk, Samosir, sebuah kawasan wisata di Pulau Samosir, berseberangan dengan Parapat.

Ketika itu, katanya, ia sudah memiliki perasaan (feeling) akan lama tinggal di daerah itu, karena merasa betah dengan kondisi alamnya. Namun, kembali ia tak menghiraukannya.

Setelah beberapa minggu tinggal di Tuktuk, visa kunjungan wisata habis, maka Annette keluar dari Indonesia, dan terbang ke Penang, Malaysia. “Selama seminggu di Penang saya tidak sehat. Badan terasa sakit, tak ada gairah untuk bergerak maupun jalan-jalan, maunya tidur,” katanya dengan bahasa Indonesia yang fasih dan lancar.

Setelah mengurus visa, lalu ia memutuskan kembali ke Danau Toba, dan ternyata penyakitnya sembuh, hidupnya bergairah kembali.

“Rupanya ada kerinduan ke Danau Toba, dan itu kemudian terobati,” katanya, sambil tersenyum.

Sebelumnya ia sudah berkenalan dengan seorang pemandu wisata di Tuktuk, Antonius Silalahi. Pemuda ini lalu mengajaknya bekerjasama untuk menjalankan bisnis di bidang pariwisata.

“Setelah saya pikir-pikir, kenapa tidak dicoba? Lalu saya terima ajakannya, karena saat itu saya melihat wisatawan mancanegara memadati setiap sudut Tuktuk. Saya pikir ini peluang,” katanya.

Pada periode itu, terjadi lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Utara (Sumut) dari sekitar 200.000 orang pada 1993 menjadi 265.000 orang pada 1994. Puncaknya pada tahun 1995 sebesar 300.000 orang, kemudian turun drastis pascakrisis ekonomi di Asia tahun 1997 yang diikuti jatuhnya Soeharto pada tahun 1998, menjadi sekitar 90.000 orang pada 1999. Hingga saat ini kunjungan wisatawan asing belum pulih seperti era 90-an.

Lalu mereka sepakat mendirikan restoran “vegetarian” pada awal 1994. Silalahi menyediakan lahan dan Annette dengan sisa uang yang dimiliki membangun fisik dan peralatan yang diperlukan.

Pilihan restoran vegetarian rupanya cukup tepat. Sejak dibuka, restoran ini banyak pelanggan, terutama dari kalangan tua, karena pada saat itu sedang `trend` dan banyak wisatawan kakek dan nenek dari Eropa memilih berlibur ke Asia untuk melewati musim dingin.

Annette menjelaskan, para orang tua itu memilih berlibur ke Indonesia karena lebih murah dibanding biaya hidup tinggal di rumahnya di Eropa selama musim dingin, yang didukung oleh adanya sejumlah penerbangan langsung dari Eropa ke Indonesia, termasuk ke Medan.

Usaha restoran berkembang pesat, lalu mereka kemudian memperluas usaha dengan menyediakan roti (bakery). Mereka menjalankan bisnis ini secara profesional, walaupun di antara keduanya juga telah terjalin hubungan cinta.

Bagi orang Batak, hubungan cinta tidak bisa dilakukan secara terselubung, maka mereka mengesahkan hubungan mereka dengan pernikahan menurut adat Batak pada pertengahan tahun 1994. Untuk memenuhi adat, sebelumnya Annette diangkat menjadi orang Batak dan diberi marga Siallagan, dan namanya menjadi Annette boru Siallagan.

Walaupun kurang setuju, pihak kerabat dan kedua orang tua Annette bisa menerima keputusan putrinya, dan mereka datang dari Jerman menghadiri pesta pernikahan Annette dan Antonius Silalahi.

Sementara itu dari pihak pengantin pria, keluarga Silalahi, sangat bangga karena memiliki menantu orang asing.

“Setelah beberapa bulan menikah, saya baru teringat dengan pemandu wisata di Bukit Tinggi itu. Dan apa yang ia katakan sekarang menjadi kenyataan, saya mendapat jodoh orang Batak. Haa… haa… haa..,” katanya terbahak.

Hingga kini, keluarga Silalahi-Annette dikaruniai dua putra dan seroang putri. Putra pertama Marco (15) kini sekolah SMA kelas I di Medan, yang kedua Julia, putri berusia 13 tahun sekolah SMP kelas II di Pangururan, dan di bungsu Hotto (11) SD kelas VI tinggal bersama mereka di Tuktuk.

Bagi Annette, sudah “happy” hidup di Danau Toba. “Bagi saya Danau Toba merupakan `true love`, cinta sejati,” katanya.

“Hidup dan masa depan saya ada di sini. Keluarga saya ada di sini. Saya hidup bahagia bersama suami dan anak-anak,” jawabnya, ketika ditanya apakah ada keinginan untuk kembali ke Jerman suatu saat kelak.

“Nunga hudapot di son ngolukku,” katanya dalam bahasa Batak yang fasih, yang berarti, ia sudah menemukan tujuan hidupnya di Tuktuk.

Ia mengatakan, setiap tahun, atau setidaknya sekali dalam dua tahun, ia bisa menemui kerabat dan orang tuanya di Jerman, demikian pula keluarganya di Jerman bisa mengunjungi dirinya di Tuktuk, sedikitnya sekali dalam dua tahun.

Karena keluarganya dari Jerman sering berkunjung ke Tuktuk, maka untuk menyediakan tempat menginap, Annette dan suaminya membangun paviliun dua kamar di samping restorannya. Kamar inilah cikal-bakal usaha cottage milik mereka hingga saat ini.

“Semuanya diawali dari sebuah restoran sederhana,” katanya mengenang perjalanan usahanya sejak 16 tahun lalu dan kini menjadi sebuah cottages dengan puluhan kamar dengan variasi layanan standard hingga VIP. “Jika ingin informasi bisa menghubungi www.tabocottages.com,” tambahnya.

Pada Minggu 24 Oktobe lalu, saat penutupan Pesta Danau Toba 2010, Annette memperolah penghargaan dari panitia Pesta Danau Toba dalam pelestarian lingkungan, karena kiprahnya membersihkan pantai Danau Toba dari eceng gondok.

Berawal tahun 2005, cerita ia, ketika eceng gondok memenuhi hampir seluruh pantai Tuktuk dan menimbulkan dampak tidak sedap bagi pariwisata daerah itu. Kala itu belum diketahui cara untuk menyingkirkan eceng gondok tersebut, selain mengangkatnya dari danau ke darat.

Annette mengajak beberapa orang untuk mengangkat eceng gondok itu, lalu mengumpulkannya dalam sebuah penampungan.

“Ternyata setelah dibiarkan selama sebulan eceng gondok itu berubah menjadi kompos, yaitu pupuk organik yang sangat baik untuk pertanaman,” katanya.

Beberapa waktu kemudian, Vicky Sianipar dari komunitas Toba Dream dari Jakarta membuat program penghijauan tepian Danau Toba dengan menanam pohon.

“Vicky datang ke saya, butuh kompos dalam jumlah besar untuk menanam ribuan pohon. Lalu saya ajak lebih banyak lagi anak muda untuk mengangkat eceng gondok. Dalam waktu singkat pantai bersih, kondisi pariwisata membaik, sedangkan eceng gondok menjadi sumber penghasilan,” katanya.

Hingga sekarang, banyak yang terlibat dalam forum pengelolaan eceng gondok bersama Annette, dan kini kompos tak lagi tumbuhan pengganggu tetapi merupakan pupuk dan media pertanaman yang sangat baik yang dibutuhkan petani.

Atas upayanya itu, Annette meraih penghargaan sebagai Most Inspiring Woman dari Monang Sianipar pada 2009, kemudian mendapat penghargaan dari Gubernur Sumatera Utara 2010.

“Saya melakukan itu tidak untuk penghargaan, tetapi untuk memelihara kebersihan Danau Toba dan menjaga citra pariwisata. Kalau kemudian memberi manfaat ekonomi, itu keuntungan tambahan. Fokus saya Tuktuk adalah daerah pariwisata, harus bersih dari hal-hal yang mengganggu,” katanya.

Bagi Annette, Danau Toba adalah surga (paradise). “Cuaca yang tidak panas dan tidak dingin, cocok untuk menikmati hidup, terutama bagi orang yang tua,” katanya.

Oleh karena itu, katanya, walaupun kunjungan wisatawan asing ke Danau Toba anjlok tajam sejak tahun 1995, ada saja kelompok orang tua dari Eropa dan Amerika yang menginap di cottages miliknya.

Namun, ia sangat prihatin dengan kondisi pariwisata saat ini di daerah Tuktuk dan sekitarnya.

“Persaingan sangat keras dan menjurus tidak sehat. Karena sepinya tamu (wisatawan), terjadi perebutan tamu oleh sesama hotel. Terkadang wisatawan dibohongi, misalnya dikatakan layanannya memuaskan, padahal toilet saja tidak bersih. Hal ini sangat mengecewakan tamu,” katanya.

Saat ini pelaku bisnis pariwisata di Tuktuk seolah menangis, merintih merindukan kedatangan wisatawan, katanya.

Ia menceritakan masa-masa mulai surutnya kunjungan wisatawan ke Danau Toba, dimulai dengan musibah tenggelamnya kapal penumpang Peldatari yang mengangkut pengunjung Pesta Danau Toba pada Juli 1997, usai penutupan pesta itu, dan menewaskan lebih 100 orang. Beberapa waktu kemudian terjadi kabut asap yang menyelimuti daerah Sumatera Utara dan pesawat Garuda Indonesia jatuh di Medan pada September 1997.

“Berita musibah itu berdampak besar. Dan seingat saya, mulai saat itulah kunjungan wisatawan ke Tuktuk menurun drastis,” katanya.

Krisis ekonomi yang menimpa Asia pada 1997, serta jatuhnya Soeharto pada 1998, memperparah kondisi parwisata Danau Toba. Sejumlah penerbangan langsung dari Eropa ke Medan ditutup, termasuk oleh maskapai Garuda Indonesia. Akibatnya, kunjungan wisatawan asing ke Sumatera Utara anjlok tajam.

Di sisi lain, tak ada upaya untuk keluar dari krisis tersebut, baik oleh pemerintah maupun industri pariwisata.

“Tidak seperti di Bali, ketika bom terjadi tahun 2002, pemerintah dan semua kalangan bersama-sama berupaya memulihkan kondisi pariwisata Bali, termasuk dengan mengupayakan hari libur akhir pekan yang lebih panjang agar wisatawan domestik berkunjung ke Bali,” katanya.

Malah, katanya, sejak 2004 visa kunjungan wisatawan saat kedatangan (visa on arrival) dikenai tarif 25 dolar AS untuk kunjungan selama 30 hari, dan tidak ada kepastian apakah bisa diperpanjang.

“Penerapan tarif visa ini sangat dikeluhkan wisatawan, banyak wisatawan tidak datang karena hal tersebut, terutama kalangan back-packer (petualang), sebab 25 dolar AS sangat berarti bagi mereka,” kata Annette. Di samping itu, ada beberapa negara seperti Belanda tidak mendapat fasilitas visa on arrival tersebut.

Ia membandingkan, di Singapura dan Malaysia, visa on arrival tidak dikenai biaya dan berlaku selama tiga bulan, dan kemunggkinan akan diperpanjang sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing.

Di pihak lain, pelaku bisnis pariwisata seperti hotel, restoran dan penjual souvenir tidak berupaya memperbaiki kualitas layanan.

“Ada penjual souvenir yang sampai menarik tangan pelanggan, memaksa untuk membeli barangnya. Ini sudah keterlaluan,” katanya.

Kualiutas akses jalan, juga minim perbaikan. Jalan raya yang mengelilingi Pulau Samosir, masih banyak yang berlubang dan sempit, dan tak ada rambu dan tanda lalulintas.

Masalah lain, soal jaminan kesehatan dan penukaran uang. “Tak ada rumah sakit, kalau wisatawan tiba-tiba sakit yang parah, harus dibawa ke Siantar, perlu waktu 2 jam perjalanan,” katanya.

Fasilitas penukaran uang juga tidak ada, sementara pembayaran dengan kartu kredit tidak dilayani. “Hal ini menyulitkan wisatawan,” katanya.

Walaupun sedemikian rumitnya permasalahan pariwisata yang dihadapi, Annette tetap yakin bahwa Danau Toba adalah surga pariwisata, yang sangat menarik bagi wisatawan.

Ia melihat, bandar udara di Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara, yang hanya berjarak dua jam perjalanan darat ke Parapat, bisa menjadi pintu masuk baru wisatawan asing ke Danau Toba, selain dari Polonia, Medan, tentunya dengan akses penerbangan langsung dari luar negeri, misalnya dari Singapura, Kuala Lumpur, dan lain-lain.

“Bagaimana caranya agar penerbangan langsung dari luar negeri itu bisa terlaksana, itu menjadi tanggungjawab pemerintah sebagai fasilitator sarana pariwisata,” katanya.

Selain itu, upaya promosi harus terus dilakukan, baik oleh industri pariwisata maupun oleh pemerintah. “Tak ada promosi, tak ada kunjungan wisatawan,” katanya, dengan menjelaskan betapa sengitnya persaingan industri pariwisata dunia saat ini.

Masing-masing tujuan wisata sangat gencar mempromisikan dirinya, dengan mengikuti berbagai ajang promosi dan beriklan di media massa.

“Keindahan obyek wisata tak cukup untuk menarik wisatawan, tetapi harus dengan promosi dan jaringan kerja yang luas,” katanya.

Oleh karena itu ia berkeinginan untuk ikut berpromosi pada ajang festival pariwisata Berlin, Jerman, pada 2011. “Saya akan sangat berterima kasih kalau ada yang berkenan membantu, sebab manfaatnya tidak hanya untuk saya tetapi untuk Indonesia. Saya ingin mengajak para orang tua di Jerman menghabiskan liburan musim dingin di Danau Toba,” katanya.

Ia mengingatkan, bisnis pariwisata merupakan kerjasama berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah, pengusaha hotel dan restoran, penyedia jasa perjalanan, hingga para penjual souvenir.

“Kita harus bersama-sama meningkatkan daya saing, dengan berbagai kemudahan yang disediakan pemerintah, serta perbaikan layanan oleh pelaku-pelaku wisata,” katanya.

Oleh Biqwanto Situmorang (KOMPAS 2 Nov 2010)

March 23, 2011 Posted by | Uncategorized | 2 Comments

Bersama Peduli Samosir

Di dalam kehidupan bermasyarakat kadang dijumpai perilaku yang terlalu banyak menuntut, terutama menuntut terhadap pihak lain untuk melakukan sesuatu sedang orang/kelompok tersebut biasanya menghindar. ini tidak hanya dijumpai terhdapat masyarakat kecil, hal ini sering dijumpai dalam tingkah laku suatu negara.

Negara maju biasanya ‘sok’ peduli dengan lingkungan, anti global warming, dan cenderung ‘memaksa’ negara berkembang untuk dan sangat harus peduli terhadap permasalahn lingkungan. Biasanya mereka menjanjikan dana untuk perdaganagan karbon, yang pasti dengan syarat yang sangt rumit sekali.

Sebut saja protokol kyoto, negara maju memberi kompensasi kepada negara-negara berkembang untuk memelihara hutan, akan tetapi negara maju semakin menggenjot pertumbuhan industrinya. dimana industri adalah faktor penyebab polusi yang tinggi, pabrik mereka bangaun setiap tahun. Dan Akibatnya ada asap yang masuk ke lingkungan global, dengan kemampuan analisis mereka, dan didukung penelitian yang menghebohkan maka mereka mengambil kesimpulan bahwa hutan-hutan yang ada di indonesia harus dilindungi alias tidak bisa ditebang.

Secara sederhana boleh dibilang tujuannya bagus, akan tetapi bisa dipastikan jka hutan di indonesia ditebang semua, maka benacana alam akan menimpa amerika serikat, eropa dan negara-negara lainnya.

alangkah lucuyna negeri ini, kesalahan negara maju acapkali menjadi tanggungjawab dari negara miskin atau terbelakang ini.

Tidak dapat dipungkiri hutan merupakan kekayaan sumberdaya alam yang ak ternilai jumlahnya, keberadaan hutan juga menjadi penyeimbang polusi yang ada.

Tidaklah salah apabila kita menjaga hutan supaya tetap lestari, melakukan reboisasi, akan tetapi hendaknya jangan dibutakan oleh isu global yang kadang membodohi dan menghambat kemajuan suatu negara.

Kita harus memelihara hutan, dan kita harus memanfaatkannya untuk kemajuan peradaban, potensi hutan sangatlah penting untuk memajukan suatu masyrakat.

Salah satu contoh perbuatan sadar lingkungan yang dilakukan oleh Alumni dan Siswa SMP Negeri 1 pangururan

 


March 19, 2011 Posted by | Danau Toba, Samosir | , , , , | Leave a comment

Keindahan Danau Toba tercipta dari bencana

Sumber : Kompas.com

Seorang wisatwan asing berjalan menyusuri jalanan di Tuk-Tuk, Pulau Samosir, Sumatera Utara, Kamis (11/2). Kawasan Tuk-tuk yang sempat terpuruk sejak krisis moneter 1997 berusaha bangkit dan menjadi primadona daya tarik wisatawan di kawasan Toba Samosir.

Begitu melintas di kelokan jalan mendekati Parapat, kota wisata di pinggir Danau Toba, birunya hamparan air dan panorama dinding batu perbukitan Pulau Samosir yang menjadi latar langsung memesona.

Keindahan panorama Danau Toba tidak terjadi begitu saja. Danau vulkanik terbesar di dunia itu terbentuk dari rangkaian proses geologis dan vulkanis mahadahsyat. Setidaknya ada tiga letusan gunung api besar mengiringi terbentuknya Danau Toba. Letusan terakhir terjadi 74.000 tahun silam.
Majalah Science mencatat, letusan termuda Gunung Toba merupakan peristiwa vulkanis paling besar di bumi dalam dua juta tahun terakhir. Letusannya memuntahkan 2.800 kilometer kubik magma, yang 800 kilometer kubik di antaranya terbang ke atmosfer, menyelimuti lapisan Bumi sepanjang Laut China Selatan hingga Laut Arab.

Sekarang, bekas peristiwa vulkanik luar biasa tersebut mewariskan keindahan alam. Kaldera besar menjadi danau dengan panjang mencapai 100 kilometer dan lebar 30 kilometer. Bukit-bukit batu terjal yang mengelilingi danau terlihat eksotis. Kecuramannya menghunjam langsung ke pinggiran danau. Pulau Samosir mirip dinding batu raksasa membentengi air danau.

Saking luar biasanya panorama ini, Pangeran Bernard dari Belanda mengizinkan namanya dipakai “menjual” Danau Toba. “Juallah nama saya untuk danau ini. Saya tak dapat melukiskan betapa indahnya Danau Toba,” puji sang pangeran saat berkunjung ke Toba tahun 1996.

Hampir semua wilayah sekeliling danau punya panorama alam yang jadi tujuan wisata. Semua terbagi dalam tujuh kabupaten, yakni Simalungun, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir. Umumnya wisatawan menikmati keelokan Danau Toba dari Parapat di Simalungun dan Tuktuk Siadong di Pulau Samosir.

Dari dataran tinggi Karo di sebelah utara, keelokan danau terlihat memanjang dipandang dari Sikodonkodon. Namun, hanya ada satu resor di sini. Di sisi barat, pemandangan danau dan Pulau Samosir dapat dengan sempurna disaksikan dari Tele. Ada gardu pandang di ketinggian sekitar 1.000 meter dari permukaan laut.

Di Parapat, sedikitnya ada 900 kamar hotel berbagai jenis, mulai dari bintang empat hingga homestay, di Tuktuk juga tak berbeda. Baik di Parapat maupun Tuktuk, wisatawan dapat langsung menikmati danau dari pinggirannya. Tarif hotel di Tuktuk dan Parapat bervariasi, sesuai tipikal turis yang datang. Mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 500.000 per malam tergantung tipe hotel. “Kami menawarkan harga berkisar Rp 30.000 hingga Rp 70.000 per malam untuk kamar yang bersih, air panas, dan suasana yang hommy bagi turis backpacker. Mereka sangat menyukai suasana rumahan yang kami tawarkan,” kata Bulan Sitepu, pengelola Liberta Homestay di Tuktuk.

Perjalanan darat ke Parapat memakan waktu empat sampai lima jam dari Medan. Tersedia bus atau travel yang langsung menuju Parapat. Rutenya melewati Lubuk Pakam, Tebing Tinggi, dan belok ke arah Pematang Siantar. Sepanjang perjalanan, kita disuguhi panorama perkebunan kelapa sawit dan karet.
Apabila menggunakan kereta api, dari Medan pilih rute menuju Pematang Siantar. Dari sini perjalanan dilanjutkan menggunakan bus ke Parapat. Waktu tempuhnya satu jam.

Saat menikmati keelokan Danau Toba, mungkin tak ada yang membayangkan kengerian yang ditimbulkan dalam proses “penciptaannya”. Ternyata, bencana yang hampir memusnahkan ras manusia di bumi ini sekarang menjadi sumber penghidupan manusia.

note :

Apakah kita hanya tinggal diam, adakah rencana aksi untuk membangkitkan kembali Potensi Danau Toba ?

November 2, 2010 Posted by | Danau Toba, Samosir, Uncategorized | , , , | Leave a comment

The Power Of Ulos

*Ulos merupakan hasil tenun oleh suku batak, bisa digunakan dalam berbagai kegiatan dan memiliki makna tersendiri.

Sejatinya seiring perkembangan peradaban manusia mengahasilkan produk yang memiliki nilai historis dan cultural terhdap budaya yang berkembangan. Sebagai contoh misalnya di mesir ditemukan pyramid, pyramid merupakan hasil kebudayaan bangsa mesir yang proses pembentukannya adalah merupakan proses evolusi budaya. Pyramid memiliki fungsi bukan saja sebagai tempat kuburan raja, akan tetapi bisa juga sebagai pemujaan dewa, ataupun fungsi-fungsi yang lain yang belum diketahui.

Setiap jaman menghasilkan produk budaya yang memiliki ciri khas tertentu, yang fungsinya dapat disesuaikan dengan kpentingan zaman itu, kemajuan peradaban, perkembangan teknologi yang dikembangkan oleh masyarakatnya. Sadar atau tidak sadar setiap manusia yang hidup berkelompok di dunia ini mengalami evolusi dalam bentuk komunikasi dan simbol-simbol dalam kehidupannya.

Simbol-simbol ini memberikan kemudahan dalam berkomunikasi dalam kehidupan bermasyrakat, simbol ini dapat membedakan berbagi kepentingan, dapat menjadi dasar klasifikasi berbagai kebudayaan masyarakat yang berkembang.

Dalam sejarah kehidupan masyarakat batak berkembang juga kebudayaan-kebudayaan yang mampu menjadi penopang keberlangsungan komunitas batak. Salah satu peninggalan kebudayaan batak yang mampu bertahan hingga saat ini adalah Ulos.

Ulos memiliki berbagai fungsi dan makna dalam dunia “habatakon”, hal itu bisa dibedakan dari jenis ulos, warna dan kegiatan adat yang sedang berlangsung.

Ulos dalam kehidupan budaya orang batak sebenarnya bukan hanya sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur ataupun bentuk pemberkatan kepada penerima, lebih jauh lagi ulos memiliki makna dalam keekonomian dan merupakan sebagai bukti kemampuan leluhur batak untuk mampu menciptakan masyarakat yang saling peduli terhadap sesama, simbol tolong menolong, dan juga sebagai bukti kemajuan pola pikir yang dapat membangun sebuah komunitas.

Ulos dalam peranannya sebagai pembangun komunitas dapat kita pahami dalam setiap acara adat, dalam keekonomiannya Ulos merupakan “alat tukar” sebagai pengganti Uang. Uang pada masa penjajahan dapat di kontrol oleh penjajah. dalam hal ini Batak mengembangkan alat tukar yang berlaku dalam komunitas masyrakatnya dan relatif tidak dapat dikontrol oleh penjajah.

Dalam upacara adat biasanya ada acara memberi dan menerima ulos, yang kalau kita terjemahkan sederhana ke dalam ekonomi adalah pemberian bantuan. kita dapat memandang Ulos adalah mata uang pada jaman dahulu, sehingga kalau ada hajatan segala biaya yang dikeluarkan dapat dikonversi menjadi ulos yang diterima. Masyrakat mungkin tidak memberikan uang, akan tetapi dia memberikan ulos.

Nah dalam hal ini Ulos ini memiliki makna kemandirian orang batak dalam megatur ekonomi masyrakatnya, hanya saja dalam perkembangan tentu saja ulos memiliki berbagai kekurangan dibanding dengan mata uang yang kta gunakan sekarang. Ulos dapat lapuk, Ulos dapat saja luntur, Ulos sulit untuk dibawa (dalam jumlah banyak). Akan tetapi kita dapat berbangga hati atas diciptakannya ulos ini, karena kita dapat memiliki alat tukar, alat pemersatu.

Banyak hal yang bisa kita teliti lebih jauh tentang Ulos dan tulisan ini masih akan berlanjut, kepada para pembaca diharapkan masukan-masukan yang dapat membangun kebudayaan kita untuk mengembangkan peradaban kita ke arah yang lebih baik.

(note: gambar dalam tulisan ini adalah hasil surfing dan bukan milik sendiri, dengan ini memohon izin kepada pemilik untuk digunakan demi kepentingan kemajuan masyarakat batak pada umumnya. )

August 1, 2010 Posted by | Uncategorized | 2 Comments

Pendidikan Untuk samosir 2010

[Klik gambar Untuk mendapatkan proposal lengkap]

Dengan segala kerendahan hati, mungkin agak berlebihan jika kami  mahasiswa menyebut jalan hidup yang sudah kami tempuhsampai hari ini dengan sebutan ” jauh “. Di usia kami yang belum mencapai setengah abad, sangatlah arogan jika kami menyebut diri kami mandiri, dewasa, berpengalaman atau lain sebagainya.

Namun ada satu hal yang membuat kami mahasiswa sangat berbangga hati. Hal tersebuat adalah kesadaran kami sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki ststus sosial khusus dengan misis yang mulia. Sembilan tahun kami berpredikat sebagai siswa, sampai sekarang kami berpredikat sebagai mahasiswa. sangat terasa lompatan besar yang terjadi dalam hidup kami selama masa transisi dari siswa menjadi mahasiswa. Dalam masa transisi tersebut, kami bersyukur bisa mendapatkan pemahaman akan peran mahasiswa ditengah masyarakat yang sekiranya bisa menjadikan kami mahasiswa seutuhnya. Besar harapan kami dengan diadakannya kegiatan ini akan menggugah semangat orang-orang terutama siswa-siswi di Kabupaten samosir untuk berusaha mendapatkan pendidikan yang lebih layak. Dan juga mereka akan lebih siap nantinya untuk menghadapi ujian masuk perguruan tinggi. kegiatan ” Pendidikan untuk Samosir” ini sudah dilaksanakan pada tahun 2008 dan 2009 dalam skala yang relatif kecil. Kegiatan ini memberikan dampak positif kepada para siswa dan guru. Mereka juga berharap kegiatan sebelumnya mempunyai keberlanjutan.

Pendidikan adalah proses pencarian dan transfer nilai di dalam masyarakat, yang di lakukan supaya terjadi perubahan di masyarakat ke arah yang lebih baik. Dengan memandang pendidikan sebagai proses, setiap aspek yang terlibat dalam pendidikan perlu mengetahui sejauh mana perkembangan apa yang telah di lakukan dan apa yang telah di diperoleh dari pendidikan tersebut. Untuk itu perlu di lakukan beberapa evaluasi, misalnya try out.
Pendidikan membutuhkan partisifasi dari semua lapisan masyarakat untuk mencapai tujuan utama pendidikan tersebut.

Berikut merupakan point penting yang menjadi latar belakang kegiatan yang akan diselenggarakan di kabupaten samosir, antara lain :

    1.    Realita dimana tidak semua bibit potensial kabupaten samosir tidak memiliki peluang yang sama untuk menikmati pendidikan,
    2.    Terbatasnya informasi pendidikan di kabupaten samosir,
    3.    Fasilitas pendidikan yang sudah jauh tertinggal di banding fasilitas pendidikan di daerah lain,
    4.    Kesadaran siswa yang masih rendah akan pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,
    5.    Kesiapan siswa siswi SMA di kabupaten samosir masih kurang dalam menghadapi UN dan SNMPTN 2010,
    6.    Kesadaran kami akan pentingnya perbaikan mutu pendidikan di kabupaten samosir.

      Sedikit banyak yang bisa kami perbuat untuk mereka para siswa di kabupaten samosir kiranya bisa menjadi nilai pertanggung jawaban kami sebagai mahasiswa tanah air.

      TUJUAN
      Dengan latar belakang di atas, maka diambil beberapa poin penting yang akan berusaha diwujudkan yakni  :
      a.    Mempersiapkan siswa/i SMA Kabupaten Samosir untuk menghadapi UAN dan SNMPTN 2010,
      b.    Pengejawantahan kepedulian terhadap Samosir,
      c.    Memberikan wadah pelaksanaan bagi orang-orang yang peduli masalah pendidikan di kabupaten samosir,
      d.    Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan,
      e.    Memperkenalkan Profil Perguruan Tinggi melalui media bulletin yang di akan sebarkan,
      f.    Memotivasi Siswa/i SMA Kabupaten Samosir supaya memiliki keinginan kuat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

      KEGIATAN
      Untuk mencapai tujuan diatas, maka  akan diadakan serangkaian  kegiatan yakni :
      I.    Sosialisasi Ide dan Ajakan Kerjasama
      Tujuan     :
      a.    Menyebarkan dan mempertajam ide tentang perlunya serangkaian kegiatan ini,
      b.    Terbentuk jaringan antar organisasi yang peduli terhadap samosir baik yang berada di Sumatera Utara maupun diluar Sumatera Utara,
      c.    Terbentuk panitia pelaksana lokal yang akan mempersiapkan pelaksanaan  kegiatan.
      Waktu     : tanggal 15 November – 31 Desember 2009
      Metode     : diskusi ringan dan saling berkomunikasi lewat sms, blog, facebook, friendster, email, dan yahoogroup
      II.    Mencari Dana Operasional dan Pematangan Rencana Kegiatan
      Tujuan   :
      a.    Mendapatkan dana untuk keberlangsungan acara ini,
      b.    Mencari orang-orang yang masih peduli terhadap Pendidikan Samosir.
      Waktu      : mulai tanggal 29 November 2009
      III.    Audiensi Panitia dengan Pejabat Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah Se Kabupaten Samosir.
      Tujuan :
      a)    Menyebarkan dan mempertajam pentingnya kegiatan ini di laksanakan,
      b)    Mendiskusikan kesediaan sekolah akan pelaksanaan kegiatan ini,
      c)    Menyusun rencana penyuluhan yang cocok untuk siswa siswi kabupaten samosir,
      d)    Menjalin kerja sama yang baik dengan sekolah yang bersangkutan.
      Waktu : Desember 2009
      IV.    Penyuluhan dan Motivasi Terhadap Siswa Siswi SMA Se-Kabupaten Samosir
      Tujuan:
      a)    Mendorong kesadaran siswa akan pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,
      b)    Memotivasi siswa untuk lebih semangat dalam belajar,
      c)    Memperkenalkan dunia perkuliahan terhadap siswa siswi.
      Waktu :Januari 2010
      V.    Melaksanakan Try Out Di Kabupaten Samosir
      Tujuan :
      a.    Melatih siswa-siswi Samosir menjawab soal-soal UN dan SNMPTN 2010,
      b.    Menjelaskan strategi dalam menghadapi UN dan SNMPTN 2010,
      c.    Sebagai umpan balik bagi siswa-siswi Samosir dalam mengambil keputusan memilih jurusan/universitas.
      Waktu    : Februari 2010
      Peserta    : Siswa-siswi SMA se-Kabupaten Samosir.
      VI.    Hasil Dan Analisis
      Tujuan :
      a.    Mengetahui hasil dari try out
      b.    Mengetahui kemampuan siswa siswi sebelum SNMPTN
      Waktu : Februari 2010
      VII.    Pemberian Informasi Lanjutan Mengenai Perkuliahan Melalu Buletin
      Tujuan
      a.    Membantu siswa untuk menentukan jurusan pilihan
      b.    Memberikan informasi tentang prosedur SNMPTN
      Metode : Pembagian buletin
      Waktu :Februari 2010
      VIII.    Bimbingan Lanjutan
      Tujuan :
      a)    Mempersiapkan siswa yang berprestasi menghadapi SNMPTN
      b)    Membantu siswa yang berprestasi  untuk beradaptasi di kota
      Waktu : April – SNMPTN

      KEPANITIAAN
      Kepanitiaan awal dari kegiatan ini dilaksanakan oleh beberapa orang mahasiswa yang peduli dengan pendidikan di kabupaten Samosir. Kami merupakan sebuah komunitas samosir berubah yang bekerjasama dengan unit kegiatan di kampus ITB, Institut Sosial Humaniora-tiang bendera ITB. Berikut merupakan perangkat kepanitiaan kegiatan ini:

      Ketua                     : Peri Turnip
      Sekretaris            : Sarah Tamba
      Bendahara           : Onli Sitanggang

      Kadiv Humas : Raja Simarmata
      Anggota :
      1.    Elfransco Sinaga
      2.    Ria Sidauruk
      3.    Elisa Sirait
      4.    Kartini Sinaga
      5.    Henry Manik

      Kadiv Danus : Risman Simanjorang
      Anggota:
      1.    Rajin Sihombing
      2.    Dwi Friska Naibaho
      3.    Ellen Hutagaol
      4.    Nurpita Siringoringo
      5.    Janri Simalango
      6.    Rina Naibaho
      7.    Febriensy Naibaho
      8.    Martlina Sinaga
      9.    Evelina Rosa Naibaho
      10.    Marli Naibaho
      11.    Parulian Sinaga
      12.    Marisa Margareth W Sitanggang
      13.    Dian Febrina Naibago
      14.    Nenti Simbolon
      15.    Vera Sinabariba
      16.    Mey Naibaho
      17.    Reinhard Putra Situmeang
      18.    Boris Mangaratua Parhusip
      19.    Adventri Naiboho
      20.    Elfrida Indrayani Siahaan

      Kadiv Pubdok : Dewanto Sitanggang
      Anggota:
      1.    Pitta Naibaho
      2.    Varida Mega Simarmata
      3.    Heber Panjaitan
      4.    Prima Andrew Sianturi
      5.    Fascah Situmorang
      6.    Marta Manullang

      Kadiv Materi : Subandi Sihotang
      Anggota:
      1.    Lamhot Sitanggang
      2.    Feber Siahaan
      3.    Putra Siregar
      4.    Guntur Siboro
      5.    Samuel Sinaga
      6.    Muncul Saragi
      7.    Henra Nainggolan

      Koordinator Pelaksana : Ariondoro Van Holmes Simbolon
      Kadiv Soal Dan Pembahasan : Candra K Simanjorang
      Anggota:
      1.    Hendra Andreas Simanjuntak
      2.    Daniel Harianja
      3.    Tunggul Sagala
      4.    Sry Yanti Sitanggang
      5.    Johanes Sitanggang
      6.    Ima Putri Barus
      7.    Marlia Sianturi
      8.    Suhatoni Tindaon
      9.    Santo I Jorangraja
      10.    Yessi Simbolon
      11.    Simon E Simanjorang
      12.    Lisnawati Sagala

      Kadiv Sumber Daya Manusia : Helmina Sipayung
      Anggota:
      1.    Lina
      2.    Emra Manik
      3.    Anita
      4.    Franto Sinaga
      5.    Josevina Silalahi
      6.    Candra Sitanggang
      7.    Nony Munthe
      8.    Fera Silalahi
      9.    Adi Purba
      10.    Febrina Siboro
      11.    Nita Riany
      12.    Irma Sihotang
      13.    Asiroha Siboro
      14.    Fitri Manik
      15.    Ika Simbolon

      Kadiv Logistik : Candra Hutajulu
      Anggota:
      1.    Kristina lumbantobing
      2.    Martogi Sipakkar
      3.    Astri Sinurat
      4.    Prima Lumbangaol
      5.    Rayon
      6.    Boy Handy Sihombig
      7.    Togi Simbolon
      8.    Florian Manurung
      9.    Isnawati Nadeak
      10.    Amrin Manik

      Kadiv Konsumsi : Efnita Sitanggang
      Anggota:
      1.    Pagar Sinaga
      2.    Elbiando Roberto
      3.    Archiman Simbolon
      4.    Agustina Manurung
      5.    Elvis Chritison
      6.    Noverto Sitohang
      7.    Antoni

      Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

      Segala bantuan anda dapat di kirimkan ke
      No rekening     : 0107560315
      Kantor cabang     : Bank BNI ITB Bandung
      Atas nama          : Peri Turnip

      No rekening     : 7770656316
      Kantor cabang     : BCA KCU DAGO
      Atas nama          : Samuel Zulkhifly Sinaga

      No rekening     : 131-00-0486869-3
      Kantor cabang     : bank Mandiri Pematang Siantar
      Atas nama         : Guntur Purba Siboro

      Tabungan Bank BRI Britama
      Cabang        0593 KCP ITB
      No. Rekening    : 0593-01-006205-50-6
      Nama        : Todo Pangeran P. Hutagalung

      Besar harapan kami kegiatan ini dapat berlangsung, mudah-mudahan kegiatan ini menjadi langkah awal perubahan yang kecil menjadi sebuah perubahan yang besar diranah pendidikan. Dan untuk itu kami sangat berharap dukungan ide dan material  dari semua pihak.

      SPONSORSHIP
      Kegiatan “Pendidikan Untuk Samosir adalalah sebuah aplikasi pengabdian terhadap pendidikan yang dikususkan di kabupaten Samosir. Agar kegiatan ini dapat berjalan maka kami menawarkan kerjasama timbal balik dengan semua pihak yang mau berpartisipasi mengabdi terhadap kabupaten Samosir.
      Bentuk Kerjasama adalah sebagai berikut:
      a.    Sponsor Tunggal
      1.    untuk menjadi sponsor utama hanya berlaku bagi satu perusahaan / instansi / lembaga yang bersedia untuk menanggung seluruh biaya penyelenggaraan atau 85% dari total anggaran sponsorship, yaitu sebesar Rp 157.624.000,00
      2.    Jika terdapat dua atau lebih perusahaan/instansi/lembaga yang berminat, maka pemilihan sepenuhnya diputuskan oleh panitia, dengan prioritas pihak yang lebih dulu mengajukan penawarannya.
      3.    Sponsor tunggal berhak atas fasilitas yang diberikan panitia yang terdiri dari:
      a.    Berhak mengisi acara pada waktu Penyuluhan selama setengah jam.
      b.    Pencantuman nama & logo perusahaan pada:
      o    Spanduk kegiatan (15 buah, di tempat sekolah yang diadakan Try Out).
      o    Cover lembaran soal dan lembaran jawaban Try Out.
      o    Baligo kegiatan (2 buah, di sekitar ibu kota kabupaten samosir).
      o    Iklan di media cetak lokal (kabupaten Samosir)
      o    Iklan di web Samosir Berubah dan Facebook Samosir Berubah
      o    Kelengkapan panitia (kemeja / kaos, name tag).
      o    Buletin yang akan dibagikan beserta lembar jawaban.
      4.    Sponsor masih diperkenankan melakukan promosi (dengan memberitahukan kepada panitia terlebih dahulu) berupa publikasi pamflet atau produk pada saat acara.
      b.    Sponsor Utama
      1.    Jika sampai batas waktu tertentu tidak ada pihak yang berminat menjadi sponsor tunggal, maka akan dibuka kesempatan kepada 2 (dua) perusahaan / instansi / lembaga untuk menjadi sponsor utama.
      2.    Kesempatan menjadi sponsor utama diberikan kepada 2 (dua) perusahaan/instansi/lembaga yang masing-masing bersedia untuk menanggung minimal 50% dari total anggaran sponsorship yaitu sebesar Rp 64.904.000,00
      3.    Fasilitas yang diterima adalah sebagai berikut:
      a.    Berhak mengisi acara pada waktu Penyuluhan selama 15 menit masing-masing perusahan/instansi/lembaga
      b.    Pencantuman nama & logo perusahaan pada:
      o    Spanduk kegiatan (15 buah, di tempat sekolah yang diadakan Try Out).
      o    Baligo kegiatan (2 buah, di sekitar ibu kota kabupaten samosir).
      o    Iklan di media cetak lokal (kabupaten Samosir)
      o    Iklan di web Samosir Berubah dan Facebook Samosir Berubah
      o    Kelengkapan panitia (kemeja / kaos, name tag).
      o    Buletin yang akan dibagikan beserta lembar jawaban.
      4.    Sponsor masih diperkenankan melakukan promosi (dengan pemberitahuan kepada panitia terlebih dahulu) berupa publikasi pamflet pada saat acara.

      c.    Sponsor Pendukung
      1.    Jika sampai batas waktu tertentu tidak ada pihak yang berminat menjadi sponsor tunggal dan utama, maka akan dibuka kesempatan kepada 4 (empat) perusahaan / instansi / lembaga untuk menjadi sponsor pendukung.
      2.    Kesempatan menjadi sponsor pendukung diberikan kepada 4 (empat) perusahaan / instansi / lembaga yang masing-masing bersedia untuk menanggung minimal 20% dari total anggaran sponsorship yaitu sebesar Rp 37.088.000,00
      3.    Fasilitas yang diterima adalah sebagai berikut:
      o    Spanduk kegiatan (15 buah, di tempat sekolah yang diadakan Try Out).
      o    Baligo kegiatan (2 buah, di sekitar ibu kota kabupaten samosir).
      o    Iklan di web Samosir Berubah dan Facebook Samosir Berubah
      o    Kelengkapan panitia (kemeja / kaos, name tag).
      o    Buletin yang akan dibagikan beserta lembar jawaban.
      4.    Sponsor masih diperkenankan melakukan promosi (dengan pemberitahuan kepada panitia terlebih dahulu) berupa publikasi pamflet pada saat acara.
      d.    Sponsor Pendamping
      1.    Jika sampai batas waktu tertentu tidak ada pihak yang berminat menjadi sponsor tunggal dan utama, maka akan dibuka kesempatan kepada 4 (empat) perusahaan / instansi / lembaga untuk menjadi sponsor pendukung.
      2.    Kesempatan menjadi sponsor pendamping diberikan kepada perusahaan/instansi/lembaga yang masing-masing bersedia untuk menanggung kurang dari Rp 15.000.000,00 (dua puluh juta rupiah).
      3.    Fasilitas yang diterima adalah sebagai berikut:
      a.    Pencantuman logo & nama perusahaan pada:
      o    Spanduk kegiatan (10 buah, di beberapa kota dan tempat acara).
      o    Spanduk kegiatan (15 buah, di tempat sekolah yang diadakan Try Out).
      o    Iklan di web Samosir Berubah dan Facebook Samosir Berubah
      o    Kelengkapan panitia (kemeja / kaos, name tag).
      o    Buletin yang akan dibagikan beserta lembar jawaban.

      December 26, 2009 Posted by | Uncategorized | 1 Comment

      Follow

      Get every new post delivered to your Inbox.